'Samarinda — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, kembali membuka ruang dialog bersama warga binaan pada Rabu pagi. Dalam pertemuan tersebut, Rachmad berdialog secara langsung dan mendengarkan berbagai aspirasi, saran, masukan hingga keluhan yang disampaikan oleh warga binaan terkait kondisi dan pelayanan di lingkungan Rutan Samarinda.
Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Samarinda dalam membangun komunikasi dua arah sekaligus memastikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui secara langsung. Tidak hanya menampung masukan baru, Rachmad juga mengevaluasi sejumlah aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan untuk melihat sejauh mana tindak lanjut dan perbaikan telah dilakukan.
Menurut Rachmad, keterbukaan dalam menyampaikan pendapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan. Setiap aspirasi yang disampaikan warga binaan dicatat dan menjadi bahan evaluasi untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta kondisi yang ada di lapangan. Sejumlah masukan dari pertemuan sebelumnya juga dinilai telah menunjukkan perkembangan dan perbaikan.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman warga binaan yang sudah berani menyampaikan pendapat, masukan maupun keluhannya. Justru bagi saya ini bagus, karena dari masukan seperti ini kita bisa mengetahui apa yang masih kurang dan apa yang harus kita perbaiki,” ujar Rachmad.
Ia menambahkan, komunikasi secara langsung memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi di dalam Rutan. Dengan mendengar langsung suara warga binaan, setiap persoalan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah evaluasi dan perbaikan ke depan.
Rutan Samarinda berkomitmen untuk terus menjaga ruang komunikasi dengan warga binaan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan. Aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada tahap mendengar, tetapi diarahkan menjadi bahan tindak lanjut untuk mewujudkan pelayanan dan pembinaan yang semakin baik, humanis, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
0 Komentar